Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikanpelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay –Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalahmatematika dan keaktifan siswa, dan mengetahui peningkatan kemampuanpemecahan masalah matematika dan keaktifan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1Karangpandan setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan modelpembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) tahun pelajaran2015/2016 semester gasal.Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data keterlaksanaanpembelajaran, data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan datakeaktifan siswa. Untuk mengumpulkan data keterlaksanaan pembelajaran dankeaktifan siswa menggunakan metode observasi, sedangkan untuk data kemampuanpemecahan masalah dengan metode tes. Indikator keberhasilan penelitian ini adalahsetidaknya 60% dari jumlah siswa yang mengikuti tes mencapai skor maksimalpada tiap tahap pemecahan masalah dan setidaknya 60% dari jumlah siswa yangdiamati mencapai kategori keaktifan belajar tinggi dalam pembelajaranmatematika.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah-langkah modelpembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) yang dapatmeningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan keaktifan siswaadalah: 1) Kegiatan Pendahuluan, yaitu: a) Guru mengingatkan kembali materiyang telah dipelajari; b) Guru menginformasikan tujuan yang akan dicapai siswapada awal pembelajaran; dan c) Guru menjelaskan secara garis besar modelpembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) yang akan digunakan;2) Kegiatan Inti, yaitu: a) Presentasi guru; b) Kegiatan kelompok; c) Two Stay –Two Stray. Dua orang siswa dari masing-masing kelompok bertindak sebagai tamudan berkunjung secara terpisah, sedangkan dua orang siswa lainnya bertindaksebagai tuan rumah. Tuan rumah bertugas membagikan hasil kerja dan informasimereka ke tamu mereka. Setelah memperoleh informasi dari tuan rumah, tamumohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan temuan darikelompok lain serta mencocokkan hasil kerja mereka; d) Presentasi kelompok; dane) Guru memberikan soal-soal pemecahan masalah sebagai latihan bagi siswa padaakhir pembelajaran; 3) Penutup, yaitu: a) Guru dan siswa menyimpulkan hasilpembelajaran yang telah dipelajari; b) Guru memberi kesempatan kepada siswauntuk mengungkapkan kesulitan yang dialami dalam mengikuti pembelajaran; danc) Guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya danmenutup pembelajaran.Berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematikadiperoleh persentase siswa yang memperoleh skor maksimal pada tiap tahappemecahan masalah mengalami peningkatan, yaitu: 1) Tahap Memahami Masalah,meningkat dari 38,71% pada prasiklus menjadi 41,94% pada siklus I dan menjadi70% pada siklus II; 2) Tahap Merencanakan Penyelesaian Masalah, meningkat dari41,94% pada prasiklus menjadi 48,39% pada siklus I dan menjadi 70% pada siklusII; 3) Tahap Melaksanakan Rencana Penyelesaian, meningkat dari 19,35% padaprasiklus menjadi 25,81% pada siklus I dan menjadi 86,67% pada siklus II; 4)Tahap Menginterpretasikan Jawaban yang Telah Diperoleh, meningkat dari 0%pada prasiklus menjadi 25,81% pada siklus I dan menjadi 80% pada siklus II.Berdasarkan hasil observasi keaktifan siswa diperoleh persentase siswa dengankategori keaktifan tinggi mengalami peningkatan, yaitu dari 16,13% pada prasiklusmenjadi 54,03% pada siklus I dan menjadi 72,58% pada siklus II.Kata Kunci: Two Stay – Two Stray, kemampuan pemecahan masalahmatematika, keaktifan