Latar Belakang: Penyakit DM tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang sangat terkaitpola makan. Pola makan merupakan gambaran mengenai jenis, jumlah dan komposisi bahanmakanan yang dimakan tiap hari oleh seseorang. Penatalaksanaan diet pada pasien DMbertujuan agar glukosa darah terkendali dengan cara pengaturan konsumsi karbohidrat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh karbohidrat kompleks dansederhana terhadap perubahan kadar glukosa darah pasien DM tipe 2.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan metode Pre and Post test without controlgroup design. Subjek penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang menjalani rawat jalan diRS Muhammadiyah Siti Khodijah Kediri. Teknik pengambilan sampel menggunakanpurposive sampling sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Teknikpengumpulan data dengan wawancara dan pengambilan sampel darah vena untukpengukuran glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial. Data dianalisis dengan analisis ujiPaired Sampel T Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05).Hasil: Kelompok perlakuan karbohidrat kompleks dengan umur subjek ≤ 40 tahunsebanyak 1 pasien (6,7%), 41-50 tahun sebanyak 4 pasien (26,7%), 51-60 tahun sebanyak10 pasien (66,7%); Jenis kelamin subjek laki laki sebanyak 6 pasien (40%), perempuansebanyak 9 pasien (60%); IMT Subjek kategori normal sebanyak 3 pasien (10%),Overweight sebanyak 6 pasien (20%), Pre-Obese sebanyak 5 pasien (16,6%), Obese Isebanyak (3,33%); Mean GDP 128,26 ± 9,04 mg/dl, Mean GD 2JPP 166,86 ± 10,56 mg/dl,selisih 38,60 ± 6,29 mg/dl. Kelompok perlakuan karbohidrat sederhana dengan umur subjek≤ 40 tahun sebanyak 1 pasien (6,7%), 41-50 tahun sebanyak 4 pasien (26,7%), 51-60 tahunsebanyak 10 pasien (66,7%); Jenis kelamin subjek laki laki sebanyak 6 pasien (40%),perempuan sebanyak 9 pasien (60%); IMT Subjek kategori normal sebanyak 2 pasien(6,67%), Overweight sebanyak 7 pasien (46,7%), Pre-Obese sebanyak 6 pasien (20%);Mean GDP 128,26 ± 9,04 mg/dl, Mean GD 2JPP 166,86 ± 10,56 mg/dl, selisih 38,60 ± 6,29mg/dl. Terdapat perbedaan perubahan kadar glukosa darah antara kelompok perlakuankarbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana dengan nilai p = 0,001.Simpulan: Ada perbedaan pengaruh karbohidrat kompleks dengan karbohidrat sederhanaterhadap kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe 2 secara signifikan, yang artinyakarbohidrat kompleks lebih rendah dalam meningkatkan kadar glukosa darah dibandingkandengan karbohidrat sederhana.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Karbohidrat Kompleks, Karbohidrat Sederhana,Peningkatan Kadar Glukosa Darah