Penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan
literasi sains peserta didik di Indonesia, terutama bagi peserta didik dengan Autism
Spectrum Disorder (ASD) yang membutuhkan media pembelajaran yang sesuai.
Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi karakteristik, (2) menguji
kelayakan, (3) menganalisis kepraktisan media inclusive e-module
berbasis green chemistry pada materi Hukum Dasar Kimia. Penelitian ini menerapkan model 4D yang dibatasi sampai tahap ke-3 yaitu
tahap develop. Instrumen penelitian berupa
angket validasi ahli (materi, media, bahasa, dan praktisi pembelajaran) untuk
mengukur kelayakan, serta angket kepraktisan. Subjek
penelitian adalah peserta didik kelas X8 SMA Al Islam 1 Surakarta. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) media inclusive e-module berbasis green
chemistry memiliki karakteristik yaitu menerapkan prinsip Universal
Design for Learning yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dengan
autisme, mengintegrasikan prinsip green chemistry melalui eksperimen
sederhana dan aman dan adanya penguatan literasi sains. (2) hasil uji kelayakan oleh validator
menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 96,5% (sangat layak) (3) dan tingkat
kepraktisan oleh praktisi pembelajaran diperoleh 97,9% (sangat praktis), dan
oleh peserta didik sebesar 80,1% (sangat praktis). Kesimpulan dari penelitian
ini adalah inclusive e-module berbasis green chemistry pada
materi Hukum Dasar Kimia sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai
media pembelajaran untuk memberdayakan literasi sains peserta didik SMA,
termasuk peserta didik dengan autisme. E-modul ini diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman, kemandirian, dan kepedulian lingkungan peserta didik,
serta mendukung pembelajaran kimia yang inklusif dan berkelanjutan.