Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan
keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan bercocok tanam
di TK MTA 1 Surakarta, (2) mendidentifikasi permasalahan, serta (3) mengidentifikasi upaya yang dilakukan guru dan siswa untuk mengatasi permasalahan. Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus,
masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 25 anak, terdiri
dari 15 anak laki-laki dan
10 anak Perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Pada tahap tindakan, kegiatan bercocok tanam yang
diterapkan menggunakan media tanah dan benih, dengan aktivitas seperti
mencampurkan tanah, memasukkan tanah ke pot, menabur benih, menyiram
menggunakan sprayer, serta menulis nama sendiri di pot. Selain itu, anak juga
melakukan kegiatan pembentukan tanah liat, menggunting pola gambar dan menempel
potongan-potongan gambar menjadi susunan yang utuh dan bermakna. Ketiga
kegiatan tersebut disesuaikan dengan indikator motorik halus yang meliputi;
melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan, menggunakan alat tulis
dengan baik dan benar, memanipulasi benda kecil. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan yang signifikan. Ketuntasan pada indikator melakukan
eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan melalui kegiatan membentuk
tanah liat meningkat dari 28% menjadi 92%, menggunakan alat tulis dengan baik
dan benar dengan melalui kegiatan menggunting dari 24% menjadi 84%, dan
memanipulasi benda kecil dengan kegiatan menempel dari 40% menjadi 88%.
Meskipun secara keseluruhan indikator telah melampaui batas ketuntasan minimal,
masih terdapat 5 anak yang belum tuntas pada salah satu indikator, sehingga
diperlukan pendampingan lebih
lanjut dan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak.
Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan bercocok tanam dinilai efektif untuk
meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini.