Belia Elga Saputri. K7122064. Pembimbing 1: Dr. Dewi
Indrapangatuti, M.Pd. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH
BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS III
SD NEGERI 1 SELANG TAHUN 2025/2026. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2026. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model
kooperatif tipe make a match berbantuan multimedia, (2) Meningkatkan
minat belajar siswa melalui penerapan
model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan multimedia,
(3) Meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran melalui penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan multimedia, (4)
Mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan model kooperatif tipe make a
match untuk meningkatkan minat belajar. Peneliti menggunakan
penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan tiga siklus dengan lima
kali pertemuan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, angket,
wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber data.
Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan
bahwa: (1) langkah langkah penerapan model kooperatif tipe make a match berbantuan
multimedia dalam meningkatkan minat dan hasil belajar yaitu: a) penjelasan
materi, b) pembagian kelompok, c) pengelompokan kartu, d) pemberian batas
waktu, e) pencarian pasangan kartu, f) penghentian pencarian kartu, g)
presentasi, h) memberikan konfirmasi atas jawaban presentasi, dan i)
melanjutkan presentasi, (2) penerapan model kooperatif tipe make a match berbantuan
multimedia meningkatkan minat belajar siswa pada siklus I = 73,48%, siklus II =
81,23%, dan siklus III = 86,33%. Penerapan model kooperatif tipe make a
match berbantuan multimedia meningkatkan hasil belajar pada siklus I =
67,23%, siklus II = 79,30%, dan siklus III = 93,10%. Kendala yang dihadapi selama
penelitian yaitu: a) siswa belum aktif, b) siswa kurang percaya diri, c) siswa
belum memahami aturan, d) siswa tidak berani tampil di depan, e) keterlibatan
siswa masih rendah. Solusi dari kendala tersebut, yaitu: a) guru memberikan
motivasi, b) guru menciptakan suasana nyaman, c) guru menjelaskan dengan jelas
dan memebri contoh terlebih dahulu, d) guru memberikan dukungan, e) guru
memberikan peran dalam kelompok.