Di era transformasi digital, penerapan Artificial
Intelligence dalam industri perbankan tidak hanya membawa peluang efisiensi,
tetapi juga menimbulkan tantangan berupa kekhawatiran tergantikannya peran
manusia. Kondisi ini dapat menurunkan kinerja karyawan dan keterikatan kerja
jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh AI dan organizational trust terhadap kinerja karyawan dan keterikatan
kerja, menguji peran mediasi keterikatan kerja, serta menganalisis peran
moderasi change leadership. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan
data melalui kuesioner dalam bentuk google form yang disebarkan secara online
dan offline kepada 272 karyawan dari 14 kantor cabang pembantu bank BUMN di
Kota Surakarta yang dipilih menggunakan teknik probability cluster sampling.
Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling dengan
Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan keterikatan
kerja. Organizational trust juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan dan keterikatan kerja. Selain itu, keterikatan kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan serta terbukti
memediasi secara positif dan signifikan pengaruh AI dan organizational trust
terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa change
leadership memperkuat pengaruh AI terhadap kinerja karyawan dan keterikatan
kerja. Temuan ini memberikan dukungan terhadap teori Dynamic Capabilities dengan
menunjukkan bahwa integrasi antara teknologi dan kepemimpinan adaptif membentuk
kemampuan dinamis yang memungkinkan organisasi beradaptasi terhadap perubahan
digital. Penelitian ini memberikan wawasan bagi industri perbankan untuk
menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan manajemen berbasis kepercayaan dan
kepemimpinan adaptif guna mendorong kinerja karyawan serta keterikatan kerja
yang berkelanjutan di era digital.