Dessy
Az-Zahra Putri Riyanti. K7122080. Pembimbing: Dr. Anesa Surya, M.Pd. HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMAMPUAN
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA SOAL NONRUTIN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
SEGUGUS WONOBOYO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2026. Kemampuan pemecahan
masalah matematis merupakan kecakapan esensial abad ke-21 yang perlu dikuasai
siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan efikasi
diri dengan kemampuan pemecahan masalah matematis pada soal nonrutin siswa
kelas V SD segugus Wonoboyo dan menguji besar sumbangan efektifnya. Penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan ex-post facto. Populasi penelitian adalah
seluruh siswa kelas V SD segugus Wonoboyo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen
yang berjumlah 110 siswa. Sampel ditetapkan sebanyak 52 siswa di SDN 1 Jatisari
dan SDN 2 Jatisari berdasarkan teknik simple
random sampling dengan rumus Slovin pada taraf kesalahan 10%. Pengumpulan
data dilakukan menggunakan angket untuk mengukur efikasi diri dan tes uraian
soal nonrutin untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknik
analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi Pearson Product Moment, dan koefisien
determinasi, dengan seluruh pengolahan data diproses menggunakan SPSS versi 20.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan
antara efikasi diri dengan kemampuan pemecahan masalah matematis pada soal
nonrutin, dengan nilai r hitung (0,461) > r tabel (0,273) pada taraf
signifikansi 5%, serta nilai signifikansi 0,001 < 0,05, dengan tingkat
hubungan pada kategori sedang. Sumbangan
efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada soal
nonrutin sebesar 21,2%, sedangkan 78,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di
luar variabel yang dikaji seperti pemahaman konsep, penalaran matematis,
kualitas pembelajaran, lingkungan belajar, dan dukungan orang tua. Dengan
demikian guru perlu merancang pembelajaran yang tidak hanya melatih kemampuan
matematis siswa, tetapi juga membangun keyakinan diri siswa secara
berkelanjutan melalui pemberian pengalaman keberhasilan, umpan balik
konstruktif, serta pembiasaan soal nonrutin dalam pembelajaran.