Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara computational
thinking dengan kemampuan pemecahan soal cerita matematika peserta didik
kelas V sekolah dasar se-kecamatan Laweyan tahun 2024/2025. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional.
Tempat penelitian dilaksanakan di sekolah dasar Kecamatan Laweyan. Sampel
penelitian ini adalah peserta didik kelas V yang berjumlah 100 orang dengan
teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan teknik tes berupa soal uraian. Teknik uji validitas
instrumen menggunakan expert judgements yang masing-masing instrumen
divalidasi oleh tiga validator/ahli. Uji reliabilitas dihitung menggunakan
rumus Cronbach Alpha. Data yang terkumpul kemudian diuji menggunakan
rumus Pearson Product Moment. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara computational thinking
dengan kemampuan pemecahan soal cerita matematika peserta didik kelas V sekolah
dasar se-kecamatan Laweyan tahun ajaran 2024/2025. Berdasarkan perhitungan
didapatkan nilai A.sig (0,000) < alpha (0,05) dan nilai koefisien
korelasi sebesar 0,467. Harga koefisien korelasi sebesar 0,467 menunjukkan
hubungan antara variabel X dan Y berada pada tingkat sedang. Kemudian,
didapatkan hasil uji T yaitu t-hitung (5,228) > t-tabel (1,661) yang dapat
diinterpretasikan bahwa koefisien korelasi berarti atau signifikan. Koefisien
determinasi didapatkan nilai sebesar 0,218 yang berarti bahwa computational
thinking memberikan sumbangan sebesar 21,8% terhadap kemampuan pemecahan
soal cerita matematika dan sisanya diberikan oleh faktor lain. Penelitian ini
dapat memberikan tambahan pengetahuan dalam pembelajaran matematika khususnya
pada kegiatan pemecahan soal cerita.