Nugget ikan lele merupakan salah satu produk olahan pangan berbasis ikan yang memiliki kandungan protein tinggi. Namun, produk ini memiliki kandungan serat pangan yang relatif rendah sehingga diperlukan inovasi melalui substitusi Puree kacang kedelai sebagai sumber protein nabati dan serat pangan. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan, formulasi terbaik berdasarkan uji sensoris, karakteristik kimia, desain kemasan, serta kelayakan usaha Nugget ikan lele dengan substitusi Puree kacang kedelai. Penelitian dilakukan menggunakan tiga formulasi, yaitu F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%) substitusi Puree kacang kedelai. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan uji sensoris (hedonik), analisis kimia, dan analisis kelayakan usaha pada formulasi terbaik. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Pairwise Comparisons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik adalah F2 dengan substitusi Puree kacang kedelai (20%) berdasarkan hasil uji sensoris terhadap parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall. Hasil analisis kimia pada formulasi terbaik menunjukkan kadar air 65,50%, kadar abu 0,511%, kadar lemak 14,66%, kadar protein 8,37%, kadar karbohidrat 10,96%, dan serat pangan total 4,61%. Produk dikemas menggunakan plastik vacuum dengan desain informatif dan menarik. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan harga jual produk sebesar Rp 18.500,00/pack (200 gram), laba bersih 6.496.739,44/bulan, BEP 418,47 pack/bulan, ROI 12% (sebelum dan setelah pajak, Pay Out Time (POT) 8 bulan, NPV Rp 333.521.579,67, B/C Ratio 1,54, dan IRR 58% yang artinya usaha Nugget ikan lele dengan substitusi Puree kacang kedelai dinyatakan layak untuk dijalankan.