Sumber daya manusia merupakan aset penting perusahaan, sehingga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan ( work life balance) perlu diperhatikan untuk menjaga kesejahteraan dan produktivitas karyawan. PT Telkom Akses Solo memiliki unit shared service yang mendukung kegiatan administratif dan operasional perusahaan, dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia, overtime, serta kebutuhan untuk tetap terhubung dengan pekerjaan di luar jam kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi work life balance karyawan di unit shared service PT Telkom Akses Solo.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan unit shared service PT Telkom Akses Solo sebagai objek penelitian. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data melalui wawaancara semi terstruktur dan observasi. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling sebanyak tujuh orang, terdiri dari tiga kepala divisi dan empat staf di unit shared service, dengan pertimbangan bahwa para informan tersebut memiliki pemahaman dan pengalaman yang relevan terhadap pelaksanaan work life balance di lingkungan kerja.Hasil penelitian menunjukkan work life balance karyawan sudah cukup baik, hal ini didukung oleh kebijakan perusahaan berupa fleksibilitas izin dan cuti, program kesejahteraan, dukungan dari atasan dan rekan kerja, kemampuan karyawan dalam mengatur prioritas pekerjaan, serta pemberian apresiasi. Namun, masih terdapat tantangan berupa peningkatan beban kerja, munculnya pekerjaan tambahan di luar perencanaan, overtime, dan tetap terhubung dengan pekerjaan di luar jam kerja. Strategi yang dilakukan meliputi perencanaan pekerjaan, pembagian tugas, pembatasan pekerjaan di luar jam operasional, serta pemulihan diri serta keseimbangan terganggu, serta dukungan kebijakan fleksibel dari perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa work life balance karyawan sudah cukup baik, meskipun masih terdapat tantangan seperti yang perlu dikeola agar keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap terjaga. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi perusahaan dalam mengembangkan praktik manajemen sumber daya manusia, khususnya berkaitan dengan upaya dalammempertahankan karyawan melalui pengelolaan work life balance, serta perusahaan disarakankan untuk meningkatkan manajemen dan distribusi kerja. Peneliti juga mengusulkan penerapan Daily Work Planning dan Work Life Balance Monitoring Board, serta mempertahankan program SSOS (Sholat Subuh, Olaharaga, Sarapan).