Tepung merupakan produk setengah jadi yang berasal dari bahan mentah yang melalui proses penggilingan hingga menjadi partikel berbentuk butiran halus. Kurangnya informasi mengenai mikrostruktur, sifat pasta, dan sifat fungsional tepung menyebabkan pemanfaatan beberapa jenis tepung pada pengolahan pangan masih terbatas, salah satunya adalah tepung berbahan dasar legum. Kacang gude (Cajanus cajan (L.)) merupakan salah satu tanaman leguminosa lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Perlakuan perkecambahan dengan elisitasi Na-alginat 250 ppm mampu meningkatkan sifat fungsional, kapasitas antioksidan, dan kualitas gizi seperti kadar protein. Asal wilayah yang berbeda dapat mempengaruhi variasi komponen kimianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh elisitasi Na-alginat pada karakteristik tepung kecambah kacang gude dari wilayah Lombok, Maluku, dan Yogyakarta dengan melakukan analisis mikrostruktur, sifat pasta, sifat fungsional (WAC, OAC, stabilitas emulsi, WHC, dan OHC), dan kapasitas antioksidan tepung (kadar flavonoid total, ABTS RSA, dan FRAP). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan elisitasi Na-alginat 250 ppm menghasilkan mikrostruktur tepung dengan granula pati yang lebih besar dan komponen protein/serat yang terlihat lebih banyak. Perlakuan elisitasi Na-alginat 250 ppm menghasilkan sifat pasta dengan parameter PT dan Ptime yang lebih tinggi serta PV, TV, BV, SV, dan FV yang lebih rendah untuk wilayah Lombok, sebaliknya untuk wilayah Maluku dan Yogyakarta. Perlakuan elisitasi Na-alginat 250 ppm secara signifikan meningkatkan sifat fungsional dan kapasitas antioksidan tepung kecambah kacang gude. Perbedaan wilayah menghasilkan tepung kecambah tanpa elisitasi dan terelisitasi Na-alginat 250 ppm dengan karakteristik yang variatif. Hasil penelitian penting dalam pengembangan tepung leguminosa lokal sebagai pangan fungsional melalui informasi mikrostruktur, sifat pasta, sifat fungsional, dan kapasitas antioksidan.