Dimsum merupakan salah satu makanan ringan yang terbuat dari daging dada ayam. Dimsum terbagi menjadi dua bagian yaitu kulit dimsum dan isian dimsum. Umumnya bahan baku pembuatan kulit dimsum adalah tepung terigu. Konsumsi tepung terigu yang mengalami peningkatan setiap tahun, dapat mengakibatkan permintaan tepung terigu bertambah. Hal tersebut diperlukan inovasi kulit dimsum dengan penambahan tepung mocaf. Tepung mocaf memiliki kandungan serat yang lebih unggul dibandingkan dengan tepung terigu. Guna meningkatkan kandungan serat pada dimsum dilakukan penambahan puree wortel dan puree labu siam terhadap isian dimsum ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung mocaf pada dimsum ayam isian puree wortel dan puree labu siam terhadap mutu sensori dan fisikokimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 3 perlakuan kulit dimsum diantaranya F1 yaitu tepung mocaf 50 g : tepung tapioka 20 g, F2 yaitu tepung mocaf 40 g : tepung tapioka 30 g, dan F3 yaitu tepung mocaf 30 g : tepung tapioka 40 g. Terdapat 5 perlakuan isian dimsum diantaranya F1 puree labu siam 100 g, F2 puree labu siam 75 g : puree wortel 25 g, F3 puree labu siam 50 g : puree wortel 50 g, F4 puree labu siam 25 g : puree wortel 75 g, F5 puree wortel 100 g, dengan 3 kali pengulangan. Hasil data yang diperoleh dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) dan dilanjutkan uji DMRT. Pengujian sensoris kulit dimsum menunjukkan formulasi terbaik terdapat pada sampel pemanfaatan tepung mocaf dan penambahan tepung tapioka (50 g : 20 g). Pengujian sensoris dimsum ayam secara keseluruhan menunjukkan formulasi terbaik terdapat pada sampel dengan penambahan puree wortel 100 g. Pengujian fisik kulit dimsum meliputi tekstur analyzer 83.74 N dan elastisitas 0.92 N/mm2 serta uji kimia kadar pati 49.54%. Pengujian kimia dimsum ayam secara keseluruhan meliputi kadar protein 12.68%, kadar lemak 4.04%, dan kadar serat kasar 35.07%. Berdasarkan analisa ekonomi produk dimsum tersebut, usaha dimsum ayam telah memenuhi nilai standart kelayakan usaha B/C Ratio sebesar 1.24, sehingga usaha produksi dimsum ayam dengan pemanfaatan tepung mocaf dan penambahan puree wortel layak untuk dijalankan.