Penulis Utama : Ghazy Zhafiri Taufiqul Hafizh
NIM / NIP : H1021029

Budidaya lebah klanceng merupakan usaha budidaya Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dikenal masyarakat, dapat dilakukan di lahan sempit tanpa perlakuan khusus, dan menghasilkan nilai ekonomi melalui penjualan madu. Untuk memperluas produksinya, diperlukan analisis kelayakan usahatani secara finansial dan nonfinansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya lebah klanceng yang dijalankan oleh anggota KTH Lebah Wono Lawu dari aspek finansial dan non finansial serta mengetahui kualitas madu yang dihasilkan berdasarkan kadar air, kadar sukrosa, dan kadar asam asetat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025 di KTH Lebah Wono Lawu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa tengah yang terletak di dataran rendah (200-600 mdpl) dan dataran tinggi (750-1000 mdpl). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria peternak lebah klanceng anggota KTH Lebah Wono Lawu yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi serta kegiatan budidaya yang dilakukan masih berjalan dalam satu tahun terakhir. Analisis finansial yang dilakukan yaitu perhitungan biaya tetap, biaya variabel, biaya total, biaya depresiasi, total penerimaan, total keuntungan, Revenue Cost Ratio (R/C rasio), Benefit Cost Ratio (B/C rasio), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP) produksi dan Break Even Point (BEP) harga. Analisis non finansial yang dilakukan terdiri dari beberapa aspek yaitu aspek pemasaran, aspek hukum, aspek teknis berupa pengujian kualitas madu, dan aspek lingkungan. Hasil analisis finansial peternak di dataran rendah dan dataran tinggi secara berurutan menunjukkan rata rata total penerimaan sebesar Rp4.120.000/tahun dan Rp6.666.666/tahun. Rata rata per tahun total pendapatan sebesar Rp2.110.667 dan Rp2.322.767. Nilai R/C rasio sebesar 2,6 dan 1,96; B/C rasio sebesar 1,59 dan 0,96; Payback Period (PP) 2,5 dan 3,2 tahun; BEP produksi 2.855,97 mL/tahun dan 9.093,25 mL/tahun; serta BEP harga Rp313,66/mL dan Rp304/mL. Meskipun memiliki nilai yang berbeda, kedua usaha di kedua lokasi tersebut sama-sama layak untuk dijalankan. Hasil analisis non finansial menunjukkan bahwa usaha budidaya lebah klanceng yang dijalankan oleh anggota KTH Lebah Wono Lawu di dataran rendah dan dataran tinggi layak untuk dijalankan. Beberapa sampel hasil pengujian kualitas madu belum memenuhi standar sehingga perlu tindakan penyesuaian agar madu aman dikonsumsi dan memenuhi standar yang ditetapkan. 

×
Penulis Utama : Ghazy Zhafiri Taufiqul Hafizh
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H1021029
Tahun : 2025
Judul : Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Klanceng dan Uji Kualitas Madu di Kth Lebah Wono Lawu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2025
Program Studi : S-1 Pengelolaan Hutan
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : KTH, HHBK, Lebah Klanceng, Kelayakan Usaha, Kualitas Madu
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Ana Agustina, S.Hut., M.Si.
Penguji : 1. Ir. Rissa Rahmadwiati, S.Hut., M.Sc.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.