Abad 21 sekarang ini, setiap individu diwajibkan mampu mengembangkan potensi dan kemampuan berpikir yang adaptif untuk menghadapi tantangan zaman untuk menyelesaikan suatu permasalahan melalui computational thinking. Computational thinking bagi peserta didik sekolah dasar bertujuan untuk membantu peserta didik untuk berpikir secara logis dan masuk akal agar mereka siap untuk menghadapi masa depan yang membutuhkan individu dengan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Computational thinking adalah cara berpikir untuk merumuskan suatu masalah agar dapat diselesaikan lewat langkah sistematis yang bisa dijalankan oleh komputer. Model problem based learning berbasis socio scientific issue diyakini dapat meningkatkan computational thinking siswa dengan cara memberikan permasalahan dalam pembelajaran yang diintegrasikan dengan isu-isu sosial dari lingkungan terdekat siswa untuk menstimulasi kemampuan siswa dalam memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model problem based learning berbasis socio scientific issue terhadap peningkatan computational thinking siswa. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SDN Karangasem 1 Surakarta sebagai kelompok eksperimen dan SDN Bratan 1 Surakarta sebagai kelompok kontrol. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 53 siswa, dengan rincian 26 siswa kelas eksperimen dan 27 siswa kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian yang telah divalidasi, disusun berdasarkan indikator computational thinking. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan kategori efektif