Salwa
Shabrina. K3321065. PEMBERDAYAAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN ARGUMENTASI ILMIAH MELALUI MODEL INQUIRY
REAL-WORLD APPLICATIONS TERINTEGRASI SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES PADA
SISWA KELAS XI SMA N 6 SURAKARTA MATERI ASAM BASA. Skripsi, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2025. Pembelajaran kimia berbasis inquiry
real-world applications dan socio-scientific issues umumnya masih
diterapkan secara terpisah, sehingga penelitian yang mengintegrasikan keduanya
untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis dan argumentasi ilmiah
siswa SMA, khususnya pada materi asam basa masih terbatas. Penelitian
ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh model inquiry real-world
applications terintegrasi socio-scientific issues pada siswa kelas
XI SMA N 6 Surakarta materi Asam Basa terhadap keterampilan berpikir kritis, 2)
mengetahui pengaruh model inquiry real-world applications terintegrasi socio-scientific
issues pada siswa kelas XI SMA N 6 Surakarta materi Asam Basa terhadap
keterampilan argumentasi ilmiah, 3) mendeskripsikan
ketercapaian keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA N 6 Surakarta pada
materi Asam Basa melalui model inquiry real-world applications
terintegrasi socio-scientific issues, 4) mendeskripsikan
ketercapaian keterampilan argumentasi ilmiah siswa
kelas XI SMA N 6 Surakarta pada materi Asam Basa melalui model inquiry
real-world applications terintegrasi socio-scientific issues. Metode
penelitian menggunakan mixed method dengan strategi sequential explanatory.
Tahap kuantitatif menggunakan teknik cluster random
sampling untuk menentukan kelas eksperimen (XI-F3) dan kelas kontrol (XI-F4),
dengan data berupa tes akhir dan hasil observasi keterampilan berpikir kritis dan
argumentasi ilmiah. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara berdasarkan
hasil kuantitatif untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa model pembelajaran inquiry-real
world applications terintegrasi socio-scientific issues berpengaruh
signifikan terhadap pemberdayaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi ilmiah siswa
pada materi asam basa. Hasil tes menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis
dan argumentasi ilmiah siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas
kontrol. Pada keterampilan berpikir kritis, indikator tertinggi kelas
eksperimen terdapat pada aspek membuat penjelasan lebih lanjut dan terendah
pada aspek mengatur strategi dan taktik, sedangkan kelas kontrol indikator tertinggi pada aspek memberikan penjelasan
sederhana dan terendah pada aspek menyimpulkan. Pada keterampilan argumentasi
ilmiah, kedua kelas menunjukkan indikator tertinggi pada aspek evidence
dan terendah pada aspek reasoning. Hasil wawancara mengonfirmasi temuan
tes bahwa rendahnya capaian pada indikator tertentu berkaitan dengan tuntutan
keterampilan tingkat tinggi yang memerlukan pembiasaan dan latihan
berkelanjutan.