-Penelitian ini membahas tentang: (i) teknik penerjemahan majas dalam buku Khulafā Ar-Rasūl (KA) dan (ii) kualitas terjemahan majas dalam buku Khulafā Ar-Rasūl. Data dalam penelitian adalah 99 teks majas yang terdiri dari majas hiperbola berjumlah 33 data, majas personifikasi berjumlah 28 data dan majas simile berjumlah 38 data. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah majas hiperbola, majas personifikasi dan majas simile yang telah diterjemahkan ke dalam buku KA. Survei melibatkan 3 orang responden dengan fokus penelitian bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat, kuesioner dan wawancara mendalam. Adapun dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Simpulan dalam penelitian ini adalah : ditemukan 13 jenis teknik penerjemahan dari ketiga majas hiperbola, majas personifikasi dan majas simile. 13 jenis teknik penerjemahan tersebut adalah teknik adaptasi, amplifikasi, kalke, kompensasi, generalisasi, partikularisasi, reduksi, transposisi, modulasi, literal, amplifikasi linguistik, kreasi diskursiv dan kompresi linguistik. Teknik-teknik tersebut tersebar dalam 3 jenis variasi teknik yaitu; (i) variasi tunggal sebanyak 79 data, (ii) variasi kuplet sebanyak 16 data, dan (iii) variasi triplet sebanyak 4 data. Majas simile memiliki aspek keakuratan 2,7 /akurat/, aspek keberterimaan 2,6 /berterima/, dan aspek keterbacaan 2,5 /keterbacaan sedang/. Majas personifikasi memiliki aspek keakuratan 2,6 /akurat/, aspek keberterimaan 2,6 /berterima/, aspek keterbacaan 2,5 /keterbacaan /sedang/. Adapun majas hiperbola memiliki aspek keakuratan 2,5 /kurang akurat/, aspek keberterimaan 2,5 /kurang berterima/, dan aspek keterbacaan 2,5 /keterbacaan sedang/. Akurat berarti tidak terjadi distorsi makna dalam penerjemahan majas. Kurang akurat berarti dalam penerjemahan majas masih terdapat distorsi makna yang mengganggu keutuhan pesan majas. Berterima artinya terjemahan majas sudah sesuai dengan kaidahkaida bahasa Indonesia. Kurang berterima artinya terjadi sedikit masalah pada penggunaan istilah teknis atau kesalahan gramatikal. Tingkat keterbacaan sedang artinya umumnya terjemahan majas dapat dipahami, namun terdapat bagian tertentu yang harus dibaca lebih dari satu kali untuk memahami terjemahan. Kata kunci: majas, teknik penerjemahan, kualitas terjemahan.